our life
Pisau Tajam dan Pisau Tumpul
sumber gambar : http://www.otakku.com/wp-content/upload/2008/09/damascene_razor.jpg
Ada banyak perumpamaan yang
digunakan untuk menganalogikan bagaimana kita cara kita berposes menempuh jalan
hidup kita menuju kesuksesan yang seungguhnya. Salah satu contohnya perumpamaan
pisau yang tajam dengan kemampuan otak kita yang sering dilatih. Banyak yang
bilang pisau jika sering diasa maka akan sangat tajam untuk memotong dan
merobek sesuatu. Begitu juga kemampuan otak kita, jika kita sering pakai dan
sering melatih otak kita maka daya pikir kita akan sangat tajam dengan kata
lain bisa menjadi pintar.
Orang buta jauh lebih cerdas
mengenal orang-orang disekilingnya dari pada kita yang bermata normal. Coba
bayangkan orang buta mengenal orang-orang disekitarnya dengan menggunakan
indera lalinya seperti indra peraba, penciumanm, dan pendengaran bukan. Berbeda
ketika orang pada umumnya hanya menggunakan mata saja untuk mengenal
orang-orang disekitarnya. Artinya, orang buta menggunakan dan melatih otaknya
jauh lebih banyak dari pada orang-orang pada umumnya. Mereka yang tidak bisa
melihat menggunakan alat indera lainnya dan menekan otaknya untuk mengenal
orang-orang disekitarnya, boleh jadi ketika kita sering bersosialisasi dengan
orang buta dengan berjabat tangan saja tanpa kita harus berbica ia sudah bisa
menjawab dengan siapa ia berjabat tangan. Ini berbeda ketika orang-orang pada
umunya ketika mata mereka ditutup dan berjabat tangan dengan seseorang yang
sering bersosialisasi dengannya belum tentu mereka mengetahuinya. Ini lah yang
dimaksud dengan ketika kita sering melatih otak kita maka akan lebih tajam
dalam berpikir kita.
Manusia di ciptakan oleh Allah SWT.
Dalam keadaan tidak mengetahui apapun. Makanya kita dianjurkan untuk selalu
memerhatikan sesuatu apapun yang berada disekitar kita, dan selalu di seru
untuk berpikir dan berpikir. Penulis rasa disinilah letaknya perintah untuk
kita selalu melatih otak kita agar tajam seperti pisau yang tajam dan tidak
pendek akal seperti pisau yang tumpul. Wallahualam
Orang yang sukses
akan selalu berpikir dan berpikir bagaimana ia menjalani hidupnya agar tidak
ada waktu yang terbuang sia-sia. Hal ini lah yang sesungguhnya mereka melatih
otak mereka agar bisa berpikir tajam bagaimana menggapai hidup sukses.
Orang-orang yang berorganisasi misalnya, karena penulis merupakan seorang yang
memang hobby dalam berorganisasi. Mereka selalu melatih otak bagaimana
untuk mengkoordinir acara agar berjalan sesuai konsep, selalu berpikir
bagaimana mencari inovasi agar oraganisasinya menarik, dan ketika menyusun
kegiatan mereka selalu berpikir keras agar dana yang dimiliki dan dana yang
masuk terealisasikan dengan baik sesuai kebutuhannya. Mereka juga selalu
berpikir bagaimana mengunakan waktu sesuai taraf proritaskan.
Sahabatku, dari
tulisan sederhana ini penulis dapat mengambil hikmah kita harus belajar,
belajar dan belajar agar menjadi orang yang bertanggung jawab untuk diri
sendiri. Agar kita bisa menjadi pemimpin khususnya untuk diri kita sendiri
apalagi untuk orang lalin. Berproses lah yang sesungguhnya menjadi tolak ukur
kita untuk menjadi sebuah pisau yang tajam dan bermanfaat untuk orang-orang di
sekeliling kita.
wallahualam


Post a Comment
0 Comments