CERPEN PRAMUKA
5 kancil
Di tengah
panasnya terik matahari yang menyengat kulit. Bimo sebagai pemimpin regu yang
memiliki sifat bijaksana dan dipercaya untuk memimpin regunya, Bastian sebagai
wakil pemimpin regu yang dipercaya Bimo sebagai wakilnya karena solidaritas
tingginya terhadap kawan Bastian yang terpilih, dan tiga rekan lainnya sebagai
anggota yaitu Reza yang memiliki kemampuan tekun dan tergolong anak yang rajin,
Bayu yang terkenal anak yang uptodate dalam bidang tekhnologi , serta Rama yang
tergolong aktif dan berperan penting dalam bidang otomotif, dan
mereka memiliki satu sahabat bayangan yaitu Sohib yang memiliki karakter
humoris, dan antusias namu terkadang
pemalas, mereka memiliki
seorang pelatih yang bernama Marzuki yang terkenal dengan gaya yang tergolong
keren dimata para wanita, dan seorang yang bersahabat dan pengertian serta
penyabar. Mereka adalah lima sahabat yang menjadi satu kesatuandalam regu yang
diberi nama oleh mereka ‘kancil’. Di SMP
Negeri Tunas Bangsa, mereka terkenal dalam istilah 5 kancil yang tak kenal
lelah dan letih, pada dasarnya mereka adalah bersaudara satu
sama lain dalam jika ditelusuri masing masing keluarga mereka, dan bahkan
dengan pelatih mereka pun masih satu iktan persaudaraan meski terbilng saudara
jauh, itulah yang unik dari mereka, sahaban dan sekaligus saudara. Mereka selalu bersama dalam suka maupun duka,
persahabatan mereka begitu erat dan sulit untuk dipisahkan, sekalipun mendapat
masalah yang berat, akan tetapi mereka pecahkan secara bersama.
***
Pada suatu hari, SMP Negeri Tunas Bangsa mendapat selampir
surat lomba ketangkasan pramuka penggalang tingkat kota yang di laksanakan
di SMA Negeri Penegak Bangsa .
“friends,dapat undangan lomba nih !” ucap bimo dengan
semangat kepada rekan seregunya. “asiiiik, mari kita beritahukan kepada kakak
pembina kita” jawab Bastian dengan tangan mengepal dan raut wajah berantusias,
“yaaaaa,” jawab Reza,Bayu,dan Rama dengan serentak dan antusias.
Dikala jam istirahat sekolah Bimo sebagai pinru (pemimpin
regu) bersama tiga
rekannya mengumpulkan semua anggota pramuka smp tunas bangsa, dan mengumumkan tentang informasi lomba
tersebut kepada anggota pramuka SMP Negeri Tunas Bangsa, sementara Bastian
bergegas ke ruang guru untuk memanggil kakak pembina.
Mereka berkumpul di ruangan sekretariatan gerakan pramuka SMP
Negeri Tunas Bangsa yang bersebelahan dengan UKS, selagi menunggu kakak pembina
datang, Marzuki sebagai pelatih mereka memberikan arahan serta gambaran tentang
perlombaan tersebut, karena Marzuki sebagai panitia.
“kak interupsi, dalam perlombaan tersebut adakah regu terbaik
?” tanya Bimo, “yaaaa, jelas ada dong !”jawab Marzuki. ‘’lalu
kriteria secara teknis dalam perlombaan tersebut seperti apa ka’’ lanjut bayu
sambil mengangkat tangan kanannya, ‘’kriterianya akan di bahas secara ditel
dalam tekhnikal miting, namun kakak akan member gambaran secara garis besarnya
saja, gini loh regu terbaik itu regu yang kompak selalu bersama selalu
memberikan tauladan dan panutan bagi regu yang lain,’’ jawab Marzuki ‘’ aaaaa,
kalau begitu dengan semangat kebersamaan ini saya yakin kita lah regu terbaik
itu’’ jawab Reza. ‘’ ya saya juga yakin ‘’ sambung Rama, ‘’oke kalian buktikan
jika memang kalian lah regu terbaik, namun meski kakak sebagai pelatih kalian
yang pada kesempatan kali ini menjadi panitia kakak akan menilai perlombaan
secara professional, dalam arti secara obyektif yang ada pada perlombaan kali
ini, kakak tidak akan memanipulasi nilai, kakak tidak akan berbuat curang untuk
kalian, kakak akan bersikap tegas, jujur, dan konsisten, kalian mengerti.’’
Tegas Marzuki. ‘’ ya sudah pasti itu kak kami memahami posisi kakak,’’ jawab
Bayu.
Sementara itu
kakak pembina pun
datang, langsung memberi arahan tentang perlombaan tersebut “untuk perlombaan
kali ini, sepertinya SMP kita ini di setujui oleh kepala sekolah !” ucap kakak
pembina dengan raut wajah yang sedih untuk menipu mereka.”lantas mengapa kakak
bersedih?, bukankah kita mendapat persetujuan dari sekolah?” bantah
Reza,“hahahaha, itu hanya tipuan belaka !, namun kesimpulannya kita akan
mengirimkan satu regu putra dan satu regu putri”jawab kakak pembina dengan
wajah berseri. “yeeeeeeeeeeeah,” jawab anggota pramuka SMP Negeri Tunas Bangsa
dengan rasa senang dan antusias, ‘’ namun tetap akan diadakan seleksi
siapa yang bersungguh-sungguh dan antusias serta rajin untuk mengekitu
perlombaan tesebut, kalian mengerti,’’ tegas kakak Pembina ‘’ siaaaaap
mengerti’’ jawab mereka dengan kompak.
”hmm, baiklah tapi kakak tidak bisa mendampingi kalian,
karena kakak sebagai panitia, dikhawatirkan menimbulkan kecurigaan peserta
lainnya,dan kakak sarankan kalian bisa mandiri, dan kakak amanatkan Bimo
sebagai pinru kalian bertanggung jawab sepenuhnya !”tegas Marzuki . “baiklah,
mulai hari ini tepatnya sepulang sekolah kita akan mengadakan
seleksi dan memulai
latihan rutin” tegas Bimo. “siaaaaap”jawab rekan kancil dan lainnya.
***
Setelah
pulang sekolah mereka membeli sebungkus nasi dan mereka tumpuk menjadi satu
kemudian menyantapnya secara bersamaan, ke,udian setelah mereka makan mereka
melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di musholah favorit mereka yang tidak jauh
dari sekolah.
Di tengah panasnya terik matahari yang menyengat kulit,
mereka berkumpul di lapangan utama SMP Negeri Tunas Bangsa dan melakukan apel
pembukaan latihan rutin tanpa di dampingi oleh Marzuki sebagai mana mestinya
pada perlombaan sebelumnya karena hal tersebut, namun
Marzuki sebagai pelatih tidak diam dan lepas tanggung jawabnya Marzuki lah yang
mengurus semua yang dibutuhkan dalam perlombaan, dimulai dari kostum untuk
tampil pbb dal lain sebgagainya dan juga setiap Marzuki memantau mereka .
Apel pembukaan latihan rutinitas selesai, mereka
langsung mengadakan seleksi sebagai mana mestinya yang telah disepakati kuorum
tersebut, seleksi telah dilakukan dan untuk regu putra yang menjadi tim intinya
yaitu Bimo, Bastian, Bayu, Reza, Rama, Sohib, Sandi, Sarif, Dion, dan Munir,
dan yang tidak masuk kedalam tim inti dijadikan sebagai cadangan, bagi regu
putrid yang menjadi tim inti yaitu Sop, Dian, Nida, Tiara, Dewi, Eka, Dehelda,
Mega, Mardianti. Detelah tim inti terbentuk dan mereka bergegas berlatih semua kriteria perlombaan
yang telah terlampir dalam surat tersebut dengan penuh bersemangat.
“baiklah,
reza dan bayu bagian menghafal sandi-sandi, reza kamu morse, bastian kamu
bagian pengetahuan umum, dan aku akan mempelajari smaphore, yang ku sebutkan tadi
bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing dan kalian akan berpatner dengan
adik-adik kancil junior sesuai dengan jumlah peserta dalam perlombaan itu”
tegas pemimpin regu. “dan setelah itu berlima dari kita berlatih untuk membuat
hastakarya, dan berlima dari kita berlatih membuat miniatur pionering, kalian
mengerti ?” sambung bastian, “yaaa, jawab mereka sambil bergegas ketugasnya
masing masing.
Setelah
berlatih apa yang di tugaskan oleh pinru mereka mereka berbaris rapih ditengah
lapangan untuk berlatih variasi formasi pbb dengan serius dan kesungguhan
mereka berlatih terkadang mereka bercanda satu sama lainnya, memang sudah
menjadi hal yang biasa dilakukan mereka di perlombaan sebelumnya.
Dan menjadi
rutinitas pada setiap kali perlombaan, mereka berlatih seperti itu dan mereka
berlatih dan bersaing dengan regu putri SMP Negeri Tunas Bangsa meski mereka
satu pangkalan tetapi mereka bersaing satu sama lain. Hari berganti hari mereka
berlatih dengan serius, suka dan duka mereka rasakan bersama untuk mendapatkan
hasil yang terbaik dan mengharumkan nama baik smp mereka yang memang sudah
menjadi tugas dan tujuan utama 5 kancil tersebut.
***
Hari
perlombaan ketangkasan penggalang tingkat kota pun kini telah tiba.
Sudah menjadi
rutinitas dan adat mereka jika hari pelaksanan tiba pada malamnya mereka
menginap di rumah teman mereka yang jarak rumahnya dekat dengan smp mereka.
Namun hal tersebut tidak mereka sia-siakan untuk berlatih bersama agar menjadi
yang terbaik. Canda, serta tawa mereka rasakan bila mengina[ bersama,
kebersamaan canda serta tawa yang mereka lakukan pada malam itu menjadi
pelengkap pengalaman di setiap perlombaantersebut dan tidak akan terlupakan
begitu saja oleh mereka, hingga tidur bersama.
Sebelum
berangkat kemedan perlombaan seperti biasa mereka di dampingi kakak-kakak
senior mereka dan kakak mereka melakukan doa bersama dan cek-in semua
perlengkapan perlombaan.
Mereka
berankat dengan menggunakan mobil bak yaitu mobil favorit mereka jika ada acara
seperti ini, sepanjang jalan mereka lantunkan ye-yel kebanggaan mereka sebagai
media untuk menyampaikan bahwa semangat kemenagan telah mereka miliki.
Seperti biasa
Sesaampainya di SMA Negeri Penegak Bangsa, mereka berkumpul di tempat yang
tidak jauh dari SMA tersebut mereka berbaris dengan di damping kakak alumni dan
kakak Pembina, dan yang menjadi tradisi mereka apabila memasuki area perlombaan
atau memasuki SMA tersebut mereka berbaris rapih dan berjalan secara perlahan
sambil melantunkan yel-yel kebanggaan mereka, setelah sampai diruangan yang
telah disediakan panitia, mereka bersiap siap untuk mengikuti upacara pembukaan
seperti halnya dalam kegiatan kepramukaan.
Setelah
upacara pembukaan selesai perlombaan pertama yang akan mereka hadapi yaitu
lomba pbb pariasi dengan mendpat nomor urut ke-tiga mereka sudah bersiaap-siap
tampil dengan mengenakan kostum yang memukau dan mencuri perhatian publik,
‘’baiklah
penampilan selanjutnya nomor urut tiga yaitu SMP Negeri Tunas Bnagsa’’ uca
panitia perlombaan ketangkasan pramuka penggalang tingkat kota. ‘’yeeeeeee,’’
sorak suporter, kakak-kakak alumni serta teman-teman pramuka SMP Negeri Tunas
Bangsa.
Kancil pun
tampil dengan sangat memukau dengan kostum dan penampilan layaknya cerdiknya
seekor kancil yang mencuri perhatian orang disekelilingnya.
***
Semua mata
perlombaan telah mereka ikuti dan kini tinggalah mereka menunggu hasil
perlombaan tersebut, dengan doa dan harapan mereka. Ditengah menunggu
pengumuman perlombaan mereka melaksanakan shalat dan mengumandangkan yel-yel
terbaik mereka hal regu terbaik. Setelah melakasanakan shalat mereka beradu
yel-yel dengan peserta dari sekolah lainnya satu sama lain seperti halnya dalam
perlombaan yang pernah mereka ikuti sebelumnya, yang memang menjadi hobi mereka
dalam beradu yel-yel dengan sekolah lainnya.
Namun yel-yel
mereka dihentikan oleh panitia mengingat waktu yang sudah sore hari dan panitia
akan mengumumkan hasil perolehan dari perlombaan tersebut . “baiklah saya akan
bacakan hasil perlombaan ketangkasan pramuka penggalang tingkat kota,” ucap
ketua pelaksana kegiatan tersebut.
“yeeeeeeeeeeee,”
sorak semngat SMPN Tunas Bangsa,
“kancil tunas
bangsa,” komando bastian “bias” jawab mereka dengan kompak.
“juara dua
pbb yaitu SMPN Tunas Bangsa”
“yeeeeeeeeeeee,”
sorak semngat SMPN Tunas Bangsa,
“kancil tunas
bangsa,” komando bastian “bias” jawab mereka dengan kompak.
Semua mata
perlombaan telah di bacakan mereka mendapatkan 6 piala yang diantaranya juara
dua pbb putra, juara satu sandi-sandi, juara danton terbaik putri, juara kostum
terbaik putra, juara tiga dance, dan juara satu regu terbaik putra. Mereka
berselisih satu piala dengan SMP Negeri Harapan Bangsa.
Dan kini
tinggalah pengumunan juara umum dan piala bergilir,
“Juara umum
perlombaan ketangkasan pramuka penggalng yaitu SMP Negeri Harapan Bangsa”
“yeeeeeeeeeees”
sorak SMP Negeri Harapan Bangsa sambil menyindir SMP Negeri Tunas Bangsa, ada
kesempatan SMP Negeri Harapan Bangsa mendapatkan piala bergilir tersebut.
“Nah yang
terbaik diantara yang terbaik dalam perlombaan kali ini Juara bergilir
perlombaan ketangkasan pramuka penggalng yaitu SMP Negeri Tunas Bangsa”
“yeeeeeeeeeeee,”
sorak semngat SMPN Tunas Bangsa,
“kancil tunas
bangsa,” komando bastian “bisaaaaaa” jawab mereka dengan kompak.
Sambil
bersyukur mereka menyanyikan himne kemenangan dan bergembira bersama Reza,
Rama, Bayu, serta junior mereka terharu sambil berpelukan dan menangis gembira
dan merenungi hasil latihan yang mereka, sementara Bimo dan Bastian merka
mengambil piala setinggi dua meter tersebut dengan penuh semangat dan begembira
sambil mengangkat dan mengucapkan lafad Hamdalah. Mereka yang dipimpin kakak
Pembina dan kakak alumni membuat lingkaran yang di tengahnya di letakan piala
dan sambil memejamkan mata dan bersyukur. Memang tradisi seperti ini sering
dilakukan mereka ketika mendapatkan piala perlombaan.
Mereka kembali
ke SMP dengan melantunkan himne kemenangan dan kebahagiaan, mereka telah
membuktikan bahwa mereka biasa meski dengan berlatih mandiri.
***
kakak Pembina
mereka pun sangat bersyukur memiliki lima serangkai atau lima sahabat kancil,
karena mereka memiliki rasa persaudaraan dan solidaritas, lima kancil memanglah
kecil tapi mereka kuat bila bersama. “berjayalah 5 kancil dan bersatulah,
bersamalah engkau selama-lamanya,salam Bimo, Bastian, Reza, Bayu, dan Rama”ucap
Bimo, bastian, Reza, Rama secara bergantian.
*bersambung*
Karya :
Muhamad Jamaludin
*mengangkat
kisah nyata pramuka SMP Negeri I pakuhaji*

Post a Comment
0 Comments