Allah Is Amazing

Allah Bersama kami

Lanjut cerita tentang RAIDA itu, iyah peserta per kecamatan di pinta 4 orang untuk perwakkilan kabupaten ketingkat provinsi namun yang hanya di seleksi hanya 2 orang perkecamatan, nah sebelum hasil pengumunan itu saya nemuin Allah di setiap matihari naik sepenggalah (waktu Duha) saya panjatkan doa “ya rabb, engkau Maha Tahu usaha kami, Engkau Maha meloloskan semua ada di tangan Mu, saya minta tolong loloskan saya dan teman-teman saya biar bisa kemah bareng, dapat pengalaman bareng, jangan Cuma saya yang berangkat, teman-teman saya juga harus” hehe lagi-lagi maksa saya doa, tapi emang yang terjadi tuh gini sahabatku, emang Allah adalah satu-satunya yang saya butuhkan kala itu, ketika usaha semua udah kita lakukan tinggal saya doa, dan saya doa untuk teman-teman saya 
***
Hari di mana pengumuman, saya belum lihat hasilnya dan kedua rekan Ambalan saya mengucapkan selamat kepada saya Cuma dan teman dari kecamatan tempat saya tinggal yang lolos kata mereka, dan yang mengejutkan saya mewakili kecamatan tempat saya tinggal, bukan kecamatan sekolah saya berada,  Masya Allah ketika saya lihat memang itu yang terjadi, saya bilang kemereka yasudah memang bukan rezeki kalian, begitu mereka pun saling menyemangati satu sama lainnya.
Setiap 2 mingu dalam sebulan sekali kami (calon peserta) RAIDA perwakilan mengikitu karantina dan berbagai pelatihan secara normalnya, saya pun mengikutinya. ketika minggu ketiga saya dapat kabar bahwa ketua pramuka kecamatan tempat saya tinggal mengganti nama saya dengan nama teman saya yang waktu seleksi kemarin gagal, waduh sakit lah hati saya, namun Allah berbicara lain iyah kita kan udah punya cantelan Allah gak mungkin Allah sia-siakan itu, waktu itu ketika rapat ketua Dewan Kerja Ranting (DKR) kecamatan tempat saya tinggal memberi dua pilihan untuk saya dan untuk teman saya itu, pertama kegiatan Raida dan yang kedua kegiatan di Sol Marina Hotel (penyuluhan Saka Bhakti Husada), hati saya tetap akan Raida itu namun Allah berkata lain, ketua pramuka (ka Kwarran) kecamatan saya tinggal memang telah memutuskan bahwa saya memang harus mengikuti kegiatan SBH tersebut, yah sudah apa boleh buat, dengan berat hati saya menurutinya, berangkat lah saya dengan merelakan Raida yang telah saya impikan kala itu, dengan demikian dari sekolah saya nggak ada satu pun yang ikut, dengan ucapan syukur saya ikut kegiatan SBH itu karena mamang ini yang terbaik buat saya pikir saya dalam hati, pengalaman pertama saya gimana raasanya tidur dihotel, makan nikmat di hotel yang mewah itu balasannya serta uang saku 300k yang saya terima dari kegiatan itu, yah mungkin ini hadiah buat saya karena bersyukur. 3 hari setelah kegiatan itu saya pun bilang pada pembina Raida bukan jalan saya, disini nih kun fayakun Allah berlaku, ketika itu pembina saya bilang suruh hubungin Dewan Kerja Cabang, bilng padanya saya minta kuota untuk satu orang lagi untuk saya, saya bergegas menurutinya, nah disini saya sangat bersyukur setelah saya menghubunginya, Ka Huda pinkoncab (pimpinan kontingen cabang) selaku DKC menyiapkan satu kuota untuk saya, dan menyuruh saya bergabung kembali, Allahu Akbar memang Allah selalu ada di setiap saat di setiap waktu untuk kami yang mengutamakan perintahnya kami yang menomor satu kan urusan untuk menemui Allah ketimbang urusan yang lain. Wallahu’alam