(Begitulah Kata Pepatah)
            Sahabatku, sudah menjadi kewajiban kita bahwa semua makhluk hidup perlu atau membutuhkan makanan, apalagi kita sebagai manusia tentulah memerlukan makan untuk menopang kegiatan harian kita, namun penulis tidak akan membahas mengenai proses pencernaan tersebut, coba kita renungkan Allah menciptakan sebuah keteraturan pada saat kita memakan makanan, ketika kita makan tentu kita mempunyai tujuan yang jelas untuk apa kita makan, coba kita minggir senjenak dari pikiran makan kita, mari kita renungkan hikmah dibalik sesuap demi suap nasi, hikmah yang dapat kita petik dari proses ini adalah ketika kita makan ada proses dimana suap demi suap nasi itu masuk kedalam mulut kita bukan?, kemudian dengan otomatis kita mengunyah makan yang ada dimulut, enzim petialin di mulut kita bekerja secara sepontan tanpa kita sadari, ketika makanan sudah hancur barulah kerongkongan ikut andil dalam tugasnya dan seterusnya, kira-kira seperti itu hingga makanan yang ada dihadapan kita telah selesai kita lahap dan tanpa kita sadari ternya sudah memenuhi tujuan kita yaitu menghilangkan rasa lapar, tanpa berfikir lelah, tanpa merasa malas semua anggota organ percernaan bekerja hingga tercapainya tujuan kita, yang kita rasakan adalah sebuah kenikmatan makanan, bukan sebuah lelah kerja organ-organ pencernaan kita.
            Sahabatku, hikmahnya dapat kita petik bahwa setiap kali kita makan suap demi suap, sedikit demi sedikit dengan konsisten hingga makanan itu habis hingga kita telah sampai pada tujuan kita yaitu menghilangkan rasa lapar di perut kita, lalu coba kita membayangkan apa yang akan terjadi jika kita memakan dengan sekaligus satu piring penuh, jangankan kenyang yang ada malah akan timbul masalah baru bukan?,
Sahabatku, kiranya seperti itulah bentuk nyata masalah dalam kehidupan kita, setiap pribadi di bumi Allah ini memiliki masalah yang harus di capainya, menuntut ilmu pun seperti itu, suap demi suap hingga selesai, semua aktivitas apapun dilakukan dengan perlahan-lahan, yang penting adalah konsisten, agar mencapai hasil yang maksimal, kita pernah tahu bahwa metode dakwah Rasulullah Sollallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan syariat islam dengan perlahan-lahan, dan Allah menurunkan al-Qur’an dengan berangsur-angsur tanpa sekaligus, agar mudah di fahami dan di amalkan maksud dari ayat-ayat pada al-Qur’an tersebut, mari sama-sama jadikan diri kita pribadi yang beristiqomah dalam melakukan aktivitas apapun, wallahualam.