out life
Roti dan Singkong
“Sebuah Pilihan menghasilkan masalah, dan
berlaku sebaliknya”
-Muhamad
Jamaludin-
Ada yang tahu apa bedanya roti
dengan singkong?, iya, tapat sekali, dari namanya saja beda ya,! Hehe,
Tapi jika disuruh milih, mending
makan singkong nyata atau makan roti dalam mimpi (dinukil dari ceramah agama
KH. Zaenudin MZ “Dai Sejuta Umat”), jawablah masing-masing pribadi aja dah hehe,
Sahabatku,
Mari kita bahas, jika kita pilih opsi pertama, mending makan roti tapi mimpi,
biarpun mimpi tapi kan roti enak, jika makan singkong yang keras tapi nyata
bisa kenyang kan perut kita, right semua pendapat pada opsi satu atau kedua
kita benarkan, tapi menutur penulis lebih enak makan roti tapi nyata, namun
tidak akan bisa karena tidak ada diopsi? Kata siapa tidak bisa? Jika Allah
berkehendak apapun itu pasti bisa, bukankah begitu, tidak ada yang mustahil
didunia ini, kita diingatkan dari kisah nabi Musa ‘alaihi salam yang sudah
tidak ada cara lain untuk terhindar dari kejaran fir’aun dan bala tentaranya,
tapi Allah Maha Tahu, Maha Penguasa, Maha berkehendak, dengan mudahnya Allah
belah lautan untuk mereka lewati, dan ketika fir’aun dan bala tentaranya
melewati laut itu, laut tetap menjadi laut, tidak ada bedanya, begitu lah
kira-kira kehidupan didunia ini, tergantung kehendak Allah, nah sekarang
bagaimana kita yakin akan kekuasaan Allah padahal dalam analogi kita di hadapan
kita sudah tidak ada pilihan antara makan singkong nyata tetapi makan roti
mimpi, secara akal kita berfikir mana mungkin bisa makan roti di mimpi, tapi
bagi Allah take is easy friends, mudah hal itu bagi Allah, bisa saja pas kita
milih makan roti di mimpi ketika mau makan rotinya kita terbangun dan kebetulan
tukang roti lewat, sudah beres deh kita bisa makan roti nyata?, mudah kan,
memang mudah bagi Allah kekuasaan dan kehendak ada pada Allah, Cuma terkadang
kitanya tidak meyakini akan hal itu? Tap itukan hanya fiksi belaka, memang analogi
yang penulis buat sebuah fiksi belaka tapi faktanya sudah terjadi kawan,
kembali lagi kepada kisah nabi Musa, lihat kisa nabi Ibrahim, coba kita
renungkan dalam kehidupan pribadi kita, ketika semua masalah memuncak, semua
yang kita harapkan sudah tidak ada, kita kembali pada Allah, dan Allah buka
jalan keluar dari masalah kita, sederhananya, ketika kita masih di kalangan
pelajar ternyata dompet kita tertinggal di rumah dan untuk makan siang
tiba-tiba teman kita sedang ulang tahun dan dapat teraktiran makan, siapa yang
mengatur hal itu, Cuma Allah yang bisa mengatur hal itu sahabatku, jika kita
selalu berfikir bahwa Allah selalu ada untuk kita, baik senang, ataupun duka,
Allah selalu ada buat kita, tapi ironinya kita yang tidak pernah on time buat Allah,
kita selalu lupa akan diri-NYA, namun jika selalu hanya ingin bermimpi saja
tanpa ada usahanya maka ya sudah Allah akan berika sebatas usaha kita saja,
usaha sekecil apapun akan Allah balas, yang lebih baiknya lakukan usaha
semaksimalnya dengan disertai kehadiran Allah, begitu orang yang luar biasa. Wallahualam


Post a Comment
0 Comments