out life
Apel Manis
Sore itu seorang anak memiliki dua buah apel di tangnanya, tiba-tiba ibu dari anak itu menghampirinya,
“boleh ibu minta apelnya ?” pinta sang ibu
Tanpa berkata anak itu melihat kedua apel itu dan memakan kedua apelnya, sang ibu terkejut bukan main melihat anaknya bertingkah demikian,
“loh ko gitu dek” tanya ibunya
Anak itu terdiam sambil memilihat kedua apel dan ditangannya itu, tanpa disangka anak itu menyodorkan satu apel yang ada ditangan kanannya dan memberikan apel itu kepada ibunya,
“ini buat ibu, apel ini lebih manis dari pada apel yang ada ditangan kiri ku” kata anak itu, dengan melihat tingkah laku anak itu sang ibu memeluknya dengan meneteskan air mata.
Sahabatku, terkadang kita langsung mengeksekusi sebuah tindakan orang disekitar kita, lantaran tanpa merenungkan apa yang orang lain perbuat untuk menyenangkan kita, kita sering suudzhon dengan menilai orang lain berbuat jahat pada kita,
“Ketika seorang menghina kamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kamu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan kamu”
(B.J. Habibe)
Dari kata indah pak habibie diatas, kita dapat tarik kesimpulan bahwa orang lain yang menghina kita pun adalah sebuah pujian untuk kita, apalagi mereka yang mau berkorban dari kita.
Mari kita renungkan akhlak mulia sang anak yang ingin memberi apel terbaik untuk ibunya, kita sering diposisi sang ibu yang langsung mengira bahwa anak itu pelit, padahal di balik prasangka buruk kita tersimpah peristiwa yang indah, apalagi kalau diawal kita udah huznuzon lebih tambah indah jadinya, mari sama-sama kita reset cara berpikir kita untuk selalu berhuznuzon kepada seseorang berada disekililing kita, dibalik perasangka buruk kita ada seuah apel yang manis, apalagi jika berprasangka baik.
wallahualam


Post a Comment
0 Comments