Sore ini ku rebahkan kembali kepala ku dibawah pohon tua, pohon beringin yang terletak di sebelah utara sekolah ku, pohon yang selalu setia menemani lelah ku dikala latihan nama ku Arya,  sebuah nama yang ku ukir di batang yang kokoh ini, kesan pertama ku ketika melihat pohon ini adalah aku ingin kuat seperti pohon ini, dan menjadi patriot yang patuh untuk negeri ini, tetapi pandangku beralih pada pohon disampingnya yang tumbuh tinggi menjulang ke angkasa,  pohon yang berada di luar gerbang sekolahku itu adalah pohon kelapa, pohon yang tunasnya dapat tumbuh dimana-mana, ponoh yang tumbuh menjulang keatas bermakna memiliki tujuan (cita-cita) yang tinggi. Dari kata-kata indah itu aku teringat perkataan seorang yang ku panggil kapten itu, namanya kak Basyar dengan panggilan akrab kami kapten, seorang yang kami anggap sebagai pahlawan, kapten bisa mendobrak api-api dasa dharma kami, oh iya dasa dharma itu sepuluh pedoman yang menjadi kode kehormatan kami, dari dasa dharma itulah sebuah api semangat itu menyala, api yang akan memancarkan cahayanya keseluruh pelosok pulau we hingga pulau rote..
“hey, ngelamunin apa, pulang yuk udah sore ?” ucap Firman dengan nada mengejutkan sambil menepuk pundak ku yang sedang bersandar di pohon beringin
“ngagetin aja luh,” jawab ku sambil beranjak merapikan tas yang letakkan di samping ku,
Firman adalah teman sekelasku, hobinya bongkar pasang mesin, tokoh idolahnya adalah pak Habibie, kadang ia sering membayangkan ingin bisa seperti beliau, yang mengharumkan nama Indonesia dengan tangan mekaniknya itu.
***
Hari ini ku kenakan hasduk merah putih di leher ku, dan yang menjadi kebanggaan ku yaitu lencana pramuka garuda yang ku kalungkan di atas hasduk merah putih ini, sambil ditemani sahabatku Firman yang mengenakan hal yang sama.
 “hari ini kalian adalah garuda yang akan terbang tinggi, mari kita tunjukkan pada dunia semangat pandu indonesia !” ucapku memberi intruksi pada rekan-rekan satu regu ku
“hahaha, jangan bercanda, mari kita mainkan lagunya !” timbal firman.
Setelah upacara pembukaan selesai aku dan regu ku membentuk strategi untuk menjadi regu terbaik pada jambore jepang ini, banyak rangkaian acara, beberapa diantaranya ada lomba-lomba ketangkasan, aku sebagai ketua regu memilih lomba memanah, ini adalah keahlianku, Firman dan Rio ku tugaskan pada lomba merangkai dan balap pasawat remote control
“Lomba pesawat ini, ku serahkan pada Firman dan Rio” ucapku pemberi intruksi
“yosh, serahkan pada kami!” ucap Rio
“jangan main-main, pesawat Indonesia tidak akan jatuh sebelum menang!” sambung Firman
Bastian dan Bagas ikut lomba mempersentasikan makanan khas negara, Bastian seorang anak berdarah padang, kuliner khas padang sudah tidak diragukan lagi kualitasnyan didunia, ditambah iapun jago dalam masak Sementara Bagas seorang yang mahir berpidato, anak keturunan asli kota pelajar ini sangat fasih berbicara di depan umum, itu terlihat saat aku melihat foto-foto juara debat yang terpajang rapih ruang tamunya.
 “gimana buat persentasinya, Bagas siap nggak?” tanya Rio meminta tanggapan Bagas,
“jangan khawatir, si juara bertahan debat tingkat nasional ini tidak akan kalah dengan mudah, apalagi untuk mempersentasikan nasi padang, kecil kan !” sambung Rio memberi pujian pada Bagas sambil menepuk bahu Bagas
“hahah siap-siap” balas Bagas sambil meregangkan otot-otot lengannya.
“yah, semuanya sudah kebagian tugas, mari kita buktikan pada semuanya bagaimana semangat pandu kita !” ucapku sambil mengajak menyatukan semangat, diikuti teman-temanku sambil membentuk lingkaran
“we are scout indonesia” ucapku memberi aba-aba semangat regu
“garuda muda, bisa” ucap bersamaan rekan satu reguku sambil mengangkat lengan keatas
*** “Indonesia.... Indonesia...” suara yang terdengar ditelingaku dibawah terik matahari negeri  matahari terbit
 “Bismillah, saat ini akan ku persembahkan untuk ibu pertiwi, ini lah semangatku” ucapku dalam hati sambil menghirup nafas perlahan, ku langkahkan kebelakang kaki kananku, ku lihat angka pada papan score memang Indonesia tertinggal 20 angka diatas Jepang dan Australia, kupejamkan mataku dan ku nikmati alur permainan ini, ah seandainya  hanya bisa berada di runner-up tidak masalah bagiku hanya menjadi raja tanpa tahta, tapi yang ku inginkan adalah hasil total untuk negeriku, sementara teman-temanku telah membuktikan semangat mereka dengan penampilan maksimal mereka, ini lah yang terakhir kalinya, akulah arya sang kapten garuda muda saat ini, akulah yang mereka percayai”. Ucapku dalam hati
“ini  yang terakhir, ku mohon jangan meleset lagi” ucapku sambil melepaskan anak panah.
***
Malam puncak Jambore dunia Jepang adalah malam yang di nanti semua peserta dari penjuru dunia, malam ini adalah pengumuman hasil perlombaan yang telah lalu, , malam puncak yang dimeriahkan dengan hadirnya Taylor Swift  menjadi bintang tamu pada acara ini.
“yoo, kakak taylor swift, terlihat kece dengan memakai scarf scout yah” ucap Rio
“hahaha, kakak?, sejak kapan kau jadi adiknya ?” tepis Bagas sambil mengejek
“hahah, emangnya nggak tau?, kenalin gue adiknya” jawab Rio membela diri
“hey, you nih gue aja yang baru foto bareng biasa-biasa aja” tegas Bastian sambil menunjukkan foto yang ia dapatkan
“waduh, kapan tuh, pelanggaran nih, nggak ngajak-ngajak” ucapku sambil melihat foto di handphone Bastian
***
 “hello Jamboo.... now is time to , which one of you will be the winner in this 23rd world Scout Jamboree scout Mondial Japan” ucap pembawa acara
“the favorite team of  23rd world Scout Jamboree scout Mondial Japan is......” sambung pembawa acara
 “INDONESIA” jawab pembawa acara sambil berteriak
“yesss...” balas kami dengan berteriak
Fiman kumandatkan naik keatas panggung untuk menerima penghargaan segera bergegas naik.
Satu-persatu penghargaan telah diberikan pada sang juaranya, tersisa  juara umum yang kami harapkan untuk kami hadiahkan kepangkuan ibu pertiwi, akankah Indonesia masih menjadi juara bertahan atau harus puas dengan kekalahan kali ini,
“Juara ketangkasan 23rd world Scout Jamboree scout Mondial Japan adalah INDONESIA.........” sambung pembawa acara.
“yesss..” ucapan kebahagian kami.
Aku sebagai ketua regu maju keatas panggung, ditemani ka Kwarnas, ketua Dewan Kerja Nasional, untuk menerima penghargaan tersebut, sambil melantunkan yel-yel semangat pandu Indonesia, kami terima penghargaan tersbut.penghargaan ini kami hadiahkan untuk ibu pertiwi, penghargaan ini bukan sebuah kemenangan belaka, tapi penghargaan yang kami berikan ini adalah sebagai bukti semangat juang yang tak akan pernah padam untuk negeri ku.
-selesai-