out life
Paradoks
كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِتَالُ وَهُوَ كُرۡهٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٢١٦
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”
Sahabatku, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu” penulis tersadar ketika membaca ayat ini. Ketika apa yang kita jalani saat ini yang menurut kita sesuatu yang menyakitkan, hidup dilingkungan pondok yang membosankan dan melelahkan, justru keadaan ini yang diinginkan oleh sahabat kita yang lain, Bahkan berlaku sebaliknya.
Sahabatku mari sama-sama kita introspeksi diri sudah seberapa jauh kita mensyukkuri nikmat Allah, sudah berapa banyak kita mengeluh dibanding kita bersyukur. Karena sejatinya kita tidak tahu mungkin sesuatu hal yang kita jalani inilah yang terbaik untuk kita. wallahulam


Post a Comment
0 Comments