Makalah-Makalah Kuliah IAT
Filsafat Ilmu
pemikirian Prof. Dr. Ahmad Tafsir
Pendahuluan
Orang arab menghadapi kata ilmu berarti alim ( pengetahuan / knowledge ) sedangkan dalam bahasa indonesia biasanya merupakan terjemahan sains. Ilmu dalam arti sains itu hanya sebagian dari al ilm dalam bahasa arab karena itu kata sains diterjemahkan sains saja maksudnya agar orang mengerti bahasa arab tidak bingung membedakan sains dengan dakat al ilm yang berarti knowledge. Dalam filsafat pengetahuan yang di diskusikan tidak hanya pengetahuan sains, didiskusikan juga seluruh disebut pengetahuan disebut pengetahuan yang aneh-aneh seperti kebal santet dan lain lain. Pengetahuan ialah semua yang diketahui menurut al quran, tatkala manusia dalam perut ibunya ia tidak tahu apa apa. Ketika ia lahir pun ia belum tahu apa-apa. Bayi itu menjadi orang dewasa ketika ia berumur 40 tahunan pengetahuan nya mulai terbentuk begitu banyak sampai-sampai ia tidak tahu lagi berapa banyak pengetahuan yang diketahuinya bahkan ia tidak tahu pengetahuan itupengetahuan diperoleh melaui dua cara pertama pengetahuan yang diperoleh begitu saja, kedua pengetahuan yang didasari motif ingin tahu karena diusahakan biasanya karena belajar. Salah satu tujuan berfilsafat pengetahuan ialah agar kita memahami kavpling pengetahuan. Ini penting karena dengan mengetahui kapling pengetahuan kita dapat mengetahui pengetahuan itu sesuai dengan kaplingnya. Sebenarnya pengetahuan sains tidak sederhana melainkan pengetahuan yang harus diberdasarkan logika pengetahuan yang rasional dan didukung bukti empiris namun gejala yang paling menonjol dalam pengetahuan sains adalah bukti empiris itu. Selain itu pengetahuan sains itu mempunyai paradigma dan metode tertentu. Pradigma nya disebut paradigma sains dan metode nya di sebut metode ilmiah. Formulanya ialah buktikan bahwa itu rasional dan tunjukan bukti empiris. Prinsip dari pengetahuan saya adalah mengukur benar tidak nya teori dalam sains ini berkaitan dalam hal apa saja. Kebenenaran pengetahuan filsafat hanya dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Bila rasional benar, bila tidak, salah. Kebenarannya tidak pernah dibuktikan secara empiris. Bila ia rasional dan empiris, maka ia berubah menjadi pengetahuan sains. Objek penelitiannya adalah oibjek-objek yang abstrak, karena objeknya abstrak, maka temuan nya juga abstrak. Paradigma nya ialah paradigma rasional. Dan metodenya adalah metode rasional. Sampai disini kita sudah sampai mengenal dua macam pengetahuan yaitu pertama pengetahuan sains yang kedua pengetahuan filsafat.
Objek abstrak-supra-rasional itu dapat diketahui dengan menggunakan rasa bukan panca indera dan atau akal rasional pengetahuan jenis ini memang aneh paradigmanya disebut paradigma mistik metodenya adalah metode latihan dan metode yakin. Pengetahuan jenis ini disebut pengetahuan mistik. Jadi kesimpulannya paradigma pengetahuan manusia ada tiga macam yaitu pengetahuan sains, pengatuan filsafat, dan pengetahuan mistik.
Pengetahuan Sains
A. Ontologi Sains
Disini dibicarakan hakikat dan struktur sains. Hakikat sains menjawab pertanyaan apa itu sains yang sebenarnya dan struktur sains menjelaskan cabang-cabang lainnya serta isi dari setiap cabangnya.
a. Hakikat pengetahuan sains adalah pengetahuan rasional empiris. Pertama, masalah rasional. Setipa pengetahuan sains pasti memiliki hipotesis. Hipotesis harus berdasarkan rasio. Dengan kata lain hipotesis itu harus bersifat rasional. Kata rasional disini harus menunjukan adanya hubungan pengaruh dan hubungan sebab akibat. Kedua, masalah empiris. Hipotesis tersebut harus diuji mengikuti metode ilmiah. Hipotesis tersebut harus memiliki teori ya ng rasional/empiris. Teori seperti inilah yang disebut teori ilmiah. Metode ilmiah itu memiliki rumusan baku seperti buktikan bawhwa itu logis, tarik hipotesis, ajukan bukti empiris. Pada dasarnya cara kerja sains adalah kerja mencari sebab akibat atau mencari pengaruh suatu yang lain. Asumsi dasar sains inilah tidak ada kejadian dan sebab. Asumsi ini benar bila sebab akbiat itu memiliki hubungan rasionalilmu atau sains berisi teori. Teori itu pada dasarnya menerangkan hubungan sebab akibat. Sains tidak memberikan nilai baik atau buruk. Sains hanya memberikan nilai benar atau salah. Kenyataan inilah yang menyebabkan anda akan menyangka bahwa sains itu netral dalam konteks seperti itu, tetapi dalam konteks lain belum tentu.
b. Struktur sains
Dalam garis besarnya sains dibagi dua, sains kealaman dan sains sosial. Sains kealaman meliputi astronomi, fisika, kimia, ilmu bumi, ilmu hayat. Sedangkan sains sosial meliputi sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi, politik. Sebagai pelengkap berikut ditambahkan humaniora seperti seni, hukum, filsafat, bahasa, agama, sejarah.
B. Epistemologi Sains
Pada bagian ini diuraikan objek pengetahuan sains. Cara memperoleh pengetahuan sains ada dan cara memperoleh pengetahuan sains dan cara mengukur kebenenaran pengetahuan sains.
· Objek pengetahuan sains ialah objek yang bersifat empiris yang dimaksud disini dalam lingkup pengalaman yaitu pengalaman indera.
· Cara memperoleh pengetahuan sains. Perkembangan sains didorong oleh paham humanisme. Maksudnya adalah, paham yang mengajarkan bahwa manusia mampu mengatur dirinya dan alam. Paham ini muncul pada zaman yunani kuno. Pada zaman Yunani kuno sudah menemukan bahwa manusia itulah yang membuat aturan itu seperti yang dikatakan bahwa humanisme adalah paham yang berbicara tentang manusia yang mampu mengatur dirinya dan alam. Jadi, manusia itulah yang harus membuat aturan manusia dan alam. Disni humanisme melahirkan rasionalisme karena akal pada setiap orang bekerja pada aturan yang sama. Rasionalisme adalah paham yang mengatakan bahwa akal itulah alat pencari dan pengukur pengetahuan. Dengan akal itulah aturan untuk mengatur manusia dan alam itu dibuat. Ini juga berarti bahwa kebenaran itu bersumber dari akal. Selain itu, ditemukan alat lain seperti empirisme. Empirisme ialah paham filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar ialah yang logis dan ada bukti empiris. Kekurangan empiris adalah belum terukur empiris hanya sampai pada konsep-konsep yang umum. Karena itu dia belum operasional karena belum terukur. Jadi masih diperlukan alat lain seperti positifisme yang mengajarkan kebenaran bahwa kebenaran yang logis, ada bukti empirisnya, dan terukur. Terukur inilah sumbangan penting positifisme. Positifisme juga dapat disetujui untuk memulai upaya membuat aturan untuk mengatur manusia dan mengatur alam. Kata positifisme, ajukan logikanya ajukan bukti empiris yang terukur. Untuk merealisasikannya dibutuhkan alat lain lain seperti metode ilmiah. Sayangnya, metode ini sebenranya tidak mengajukan suatu ajaran yang baru melainkan hanya mengurangi ajaran positifisme tetapi lebih operasional. Metode ilmiah mengatakan, untuk memperoleh pengetahuan yang benar melakukan langkah berikut ; logika-hipotesis-verifikasi.
· Ukuran kebenaran pengetahuan sains terletak pada hipotesis yang lolos ujian pertama yaitu ujian logika dan ujian yang kedua yaitu ujian empiris. Setelah hipotesis terbentuklah teori. Jika hipotesis itu terbukti maka akan menghasilkan sebuah teori. Maka teori itu naik tingkat keberadaan nya. Menjadi hukum atau aksioma.
C. Aksiologi Sains
Pada bagian ini dibicarakan tiga hal saja. Pertama penggunaan sains, kedua cara sains menyelesaikan masalah, dan ketiga netralitas sains. Sebenarnya yang kedua itu adalah contoh aplikasi yang pertama. Kegunaan pengetahuan sains memiliki teori-teori untuk bertujuan mengfungsikan kegunaan sains tersebut. Teori tersebut diantaranya :
1. Teori sebagai alat ekspalanasi
2. Teori sebagai alat peramal
3. Teori sebagai alat pengontrol
Pengetahuan Filsafat
Bab ini membicaraka n antologi, epistemologi, dan aksiologi filsafat. Antologi membiarakan hakikat, objek, dan struktur filsafat. Epistemologi membahas cara memperoleh dan ukuran kebenaran pengetahuan filsafat. Sedangkan aksiologi mendiskusikan kegunaan filsafat dan cara filsafat menyelesaikan masalah yang dihadapi.
A. Ontologi Filsafat
Ontologi filsafat membicarakan hakikat filsafat, yaitu apa yang dimaksud pengetahuan filsafat itu sebenarnya. Struktur filsafat dibahas juga disini. Yang dimaksud struktur disini ialah cabang filsafat serta isi ( yaitu teori ) dalam setiap cabang itu. Yang dibicarakan disini hanyalah cabang-cabang saja itupun hanya sebagian. Teori dalam setiap cabang tentu sangat banyak dan tidak dibicarakan banyak disini. Struktur dalam arti cabang-cabang filsafat sering juga disebut sistematika filsafat.
1. Hakikat pengetahuan filsafat.
Hakikat filsafat akan diketahui ketika orang itu semakin memperdalam dalam mempelajari ilmu filsafat begitu yang dikatakan Hatta.
2. Struktur filsafat.
Hasil berfikir tentang yang ada dan munbgkin ada itu tadi telah terkumpul banyak sekali, dalam buku tebal maupun tipis. Setelah disusun secara sistematis, itulah yang disebut sistematika filsafat dengan kata lain struktur filsafat.
B. Epistemologi Filsafat.
Epistemologi filsafat membicarakan tiga hal, yaitu objek filsafat ( sesuatu yang dipikirkan ), cara memperoleh pengetahuan filsafat, dan ukuran kebenaran ( pengetahuan filsafat ).
1. Objek filsafat
Tujuan berfilsafat sebenarnya menemukan kebenran yang sebenar-benarnya, yang terdalam. Jika pemikiran hasil itu disusun, maka susuan itulah yang kita sebut sistematika filsafat atau struktur filsafat dalam garis besar yang terdiri atas ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
2. Cara memperoleh pengetahuan filsafat
Pertama-tama filosof harus membicarakan ( mempertanggung jawabkan ) cara mereka memperoleh pengetahuan filsafat. Yang ,enyebabkan kita hormat kepada para filsuf antara lain ialah karena peneletian mereka, sebelum mencari pengetahuan menreka membicarakan lebih dahulu cara memperoleh pengetahunan tersebut cara memperoleh pengetahuan filsafat itu melainkan dengan berfikir melalui kerja akal yang berfikir secara mendalam menghasilkan filsafat.
C. Aksiologi Pengetahuan Filsafat
Disini diuraikan dua hal. Pertama, kegunaan pengetahuan filsafat. Kedua, cara filsafat menyelesaikan masalah.
1. Kegunaan pengetahuan filsafat.
Untuk mengetahui kegunaan filsafat kita dapat melalui nya dengan melihat filsafat sebagai tiga hal. Pertama, filsafat sebagai kumpulan teori filsafat. Kedua, filsafat sebagai metode pemecahan masalah. Ketiga, filsafat sebagai pandangan hidup. Dengan hal itu kita akan melihat bahwa ada beberapa kegunaan filsafat diantaranya :
· Kegunaan filsafat sebagai akidah
· Kegunaan filsafat bagi bahasa
2. Cara filsafat menyelesaikan masalah.
Kegunaan filsafat yang lain ialah sebagai metodologi, maksudnya sebagai metode dalam mengahadapi dan menyelesaikan masalah bahkan sebagai metode dalam memandang dunia. Pada hal ini metode digunakan sebagai cara filsafat menyelesaikan masalah.
Pengetahuan Mistik
Mengingat dari pemaparan diatas pada bab I dan bab II terdapat pengetahuan sains dan filsafat dan pengetahuan mistik. Pengetahuan sains adalah pengetahuan yang logis-empiris tentang pbjek yang empiris. Pengetahuan filsafat adalah pengetahuan logis tentang objek abstrak yang logis. Kata logis disini dapat dalam arti rasional dapat juga dalam arti supra-rasional. Pengetahuan mistik adalah pengetahuan supra rasional tentang objek supra-rasional. Selain itu pengetahuan mistik juga bisa dilihat dari sisi ontologi, epistemolog, dan aksiologi nya.
A. ontologi Pengetahuan Mistik
Ontologi oengetahuan mistik diuraikan disini hakikat pengetahuan mistik dan struktur pengetahuan mistik.
1. Hakikat pengetahuan mistik
Mistik adalah pengetahuan yang tidak rasional, ini diartikan secara umum. Adapun pengertian mistik bila dikaitkan dengan agama ialah pengetahuan tentang Tuhan yang diperoleh melalui meditasi atau latihan spiritual, bebas dari ketergantungan dari indera dan rasio. Sedangkan pengetahuan mistik adalah pengetahuan yang tidak dapat dipahami rasio, maksudnya bahwa hubungan sebab akibat yang terjadi tidak dapat dipahami rasio.
2. Sturktur pengetahuan Mistik
Dilihat dari sifatnya kita membagi mistik menjadi dua yaitu mistik biasa dan mistik magis. Mistik biasa adalah mistik tanpa kekuatan tertentu seperti konsep tassawuf dalam Islam. Sedangkan mistis magis ialah mistik yang mengandung kekuatan tertentu yang biasanya digunakan untuk mencapai tujuan tertentu.
B. Epistemologi Pengetahuan Mistik
Pengetahuan mistik yaitu pengetahuan yang diperoleh tidak melalui indera dan bukan melalui rasio. Pengetahuan ini diperoleh melalui rasa, melalui hati sebagai alat merasa.
1. Objek pengetahuan mistik
Yang menjadi objek pengetahuan mistik ialah objek yang abstrak-supra-rasional, seperti alam ghaib termasuk Tuhan, Malaikat, Surga, Neraka, Jin, dll. Obje-objek disini tidak dapat dipahami oleh rasio.
2. Cara memperoleh pengetahuan mistik
Seperti yang disebutkan diatas pengetahuan mistik itu tidak diperoleh melalui indera dan tidak juga menggunakan akal rasio. Pengetahuan mistik diperoleh melalui rasa pada umumnya cara memperoleh pengetahua mistik adalah latihan yang disebut riyadho.
3. Ukuran Kebenaran pengetahuan mistik
Kebenaran sains dapat diukur dengan rasio dan bukti empiris. Bila teori sains rasioal dan ada bukti empiris maka teori itu benar. Ukuran kebenaran filsafat adalah logis. Bila teori filsafat itu logisberarti teori itu benar logis berati masuk akal. Sedangkan kebenaran pengetahuan mistik diukur dengan berbagai ukuran bila pengetahuan mistik itu berasal dari Tuhan, maka ukuran nya ialah teks Tuhan yang menyebutkan demikian.
C. Aksiologi Pengetahuan Mistik
Disini dibahas keagungan pengetahuan mistik dan juga cara pengetahuan mistik menyelesaikan masalah.
1. Keagungan pengetahuan mistik
Uraian tentang pengetahuan keagungan mistik harusnya menyangkut mistik biasa, mistik putih, mistik hitam. Keagungan nya mencakup area yang sangat luas. Pengetahuan itu amat subjektif yang paling tahu penmggunaannya ialah pemiliknya.
2. Cara pengetahuan mistik menyelesaikan masalah
Pengetahuan mistik menyelesaikan masalah tidak melalui proses inderawi dan tidak juga melalui proses rasio. Karena hampir seluruh masyarakat beragama di dunia mengakui adanya kehidupan mistik termasuk jenis-jenis mistik yang mengandung kekuatan magis. Jadi ada dua macam mistik, yaitu mistik yang biasa dan mistik magis. Istilah mistik menunjukan kegiatan spiritual tanpa penggunaan rasio ini berlaku bagi dua macam mistik itu. Sedangkan mistik magis adalah kegiatan mistik yang mengandung tujuan untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.


Post a Comment
0 Comments