artikel
Mencoba Memahami Hakikat Bahasa
sumber gambar : https://www.bing.com/images/search?view=detailV2&ccid=1Uov9VAS&id=2CA1DA316E40129AB9988D93DB3CD5D87458DEFA&thid=OIP.1Uov9VAS4tdtIxwx_YV1agHaHa&q=bahasa&simid=608031796311886056&selectedIndex=0&ajaxhist=0
Manuisa yang Tuhan ciptakan di muka bumi ini di jadikan seorang
pemimpin, karena kemampuannya mengenali nama-nama sesuatu yang hal ini tidak
bisa dimiliki oleh malaikat, makanya pada kisah tersebut malaikat berpendapat apakah
manusia bisa menjadi pemimpin (kholifah) padahal manusia selalu
beruhasa membuat kerusakan dimuka bumi. Terkait dengan itu pada kenyataannya
anggapan malaikat di bantah oleh Tuhan dengan menegaskan bahwa Tuhan lebih
mengetahui dari malaikat (kronologi hal ini bisa di lihat pada surat
al-Baqarah ayat: 30).
Dalam kesempatan ini mari sama-sama kita memahami hakikat berbahasa
yang Tuhan ciptakan khusus untuk manusia di muka bumi ini. Manusia tidak akan
terlepas dari bahasa, maka dari itu bagaimana prinsip kebahasaan yang mengerucut
pada hakikat kebahasa yang saat ini kita gunukan dalam kehidupan kita, atau
bahkan kita sendiri tidak tahu mengenai hal itu. Penulis akan memaparkan
sedikit tentang hakikat bahasa yang kita gunakan setiap hari. Manusia berbahasa
tidak akan terlepas dari Sifat bahasa itu sendiri, diantaranya :
1.
Sebuah
sistem (sistematis dan sistemis), bahasa adalah sebuah sistem yang dipakai
manusia untuk menyampaikan kode-kode atau simbol-simbol tertentu.
2.
Berupa
bunyi, selalin sebuah sistem bahasa adalah sebuah bunyi jika ini terkait dengan
penyampaian kode atau simbol terhadap penerimanya.
3.
Bersifat
arbitrer, bahasa yang kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari ini
mengalami perbedaan antara simbol dan artinya seperti orang indonesia menyebuh
meja tetapi orang-orang arab dan ingris akan berbeda menyebutnya.
4.
Produktif,
artinya bahasa yang kita gunakan ini tersusun dari beberapa kata sehingga
menjadi beberapa kalimat
5.
Dinamis,
bahasa yang kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari ini selalu mengalami
perubahan dan perkembangan
6.
Beragam,
ini sangat jelas karena manusia pada umumnya memiliki keberagaman di dari segi
geologis dan biologisnya. Hal ini lah yang menyebabkan manusia memiliki
keberagaman dalam berbahasa.
7.
Manusiawi,
ini lah yang membedakan antara manusia dan hewan. Pada hakikatnya bahasa ini
bersumber dari sifat manusiawi dalam diri manusia itu sendiri. Pernah kita
menyaksikan film mogli yang dibesarkan oleh srigala dalam cerita
tersebut ia bisa berbicara layaknya manusia. Karena jika kita logikakan seorang
anak akan berbahasa seperti ibunya itu (bahasa ibu) tetapi pada film tersebut
manusia itu bisa berbahasa layaknya manuisa bukan srigala. Terlepas dari itu
karena bisa saja itu hanya imajinasi belaka, namun pada hakikatnya manusia itu
memiliki sifat manusiawi dan ini lah yang pada akhirnya menciptakan bahasa itu
sendiri.
Ketuju sifat bahasa ini merucut pada
hakikat bahasa, fungsi bahasa dapat dilihat dari sudut pandang penutur, hal ini
dapat menyatakan sifat atau untuk mengungkapkan emosi-emosi dari penutur. Dari
segi penutur, bahasa berfungsi personal atau pribadi, untuk menyatakan sikap
terhadap apa yang dituturkannya, sedangkan dari segi pendengar, bahasa
berfungsi untuk mengikutinya. Dari segi kontak antara penutur dan pendengar,
bahasa berfungsi fatik, fungsi menjalin hubungan, memelihara, memperhatikan,
perasaan bersahaba, dan lain sebagainya. Sedangkan dari segi topik ujaran,
bahasa berfungsi mengisformasikan sesuatu yang sedang hangat di ributkan. Dari
segi kode, bahasa berfungsi sebagai metalingual, yakni bahasa digunakan untuk
membecirakan itu bahasa itu sendiri. Dari segi amanat, bahasa berfungsi
imaginatif.
Wujud bahasa ada dua,
yaitu bahasa lisan dan bahasa tulsan. Bahasa lisan disebut primer dan bahasa
tulisan bersifat sekunder. Dalam bahasa lisan ada situasi afeksi (kasih
sayang), diucapkan langsung, memiliki sifat bunyi, memiliki intonasi, dan
memiliki konteks tuturan. Namun di bahas tulisan kebalikan dari bahasa lisan,
disini letak bahasa lisan lebih jelas di banding bahasa tulisan.
Bahasa memiliki konteks-speaking,
bahasa itu mempunyai peranan partucupant, terdiri atas penutur (sender), mitra tutur
(addreser), dan pendengar. Bahasa juga memiliki hasil yang diharapkan, dan
tujuan yang hendak dicapai (end). Selain itu bahasa juga terdiri atas
bentuk pesan dan isi pesan. Isi pesan disampaikan melalui bentuk pesan (act
sequence). Bahasa pun memiliki nada, sikap, suasana (key). Di dalam bahasa
memiliki saluran yang dipilih dan bentuk tuturan, ini lah yang terjadi ketika
kita berbahasa langsung akan berbeda ketika kita berbahasa memalu pesan singkat
(short massage service). Kontek bahasa berpengaruh besar dalam
menentukan seberapa pintar kita mengelolah bahasa agar terbentuknya pola
komunikasi yang baik. Karena sejatinya sebagai manusia kita adalah makhluk
sosial yang hidup membutuhkan orang lain untuk membuat hidup kita lebih berarti
dan lebih bermakna. Hal ini akan terbentuk ketika kita mampu berkomunikasi
lebih baik kepada sesama manusia lainnya.
wallahuam


Post a Comment
0 Comments