sumber Tulisan : http://langsoc.eusa.ed.ac.uk/wp-content/uploads/2015/03/langsoc-cover.jpg


Linguistik memelingi beberapa periode dalam kesejarahannya, pertama periode awal dicirikan oleh faktor logika yang menjadi tumpuan analisis, karena bahasa dianggap sebagai faktor logika didalamnya dan periode ini dibagi menjadi atas beberapa bagian seperti masa india, masa yunani, masa romawi, masa pertengahan, masa renaissance.
 Pada masa india ini ditekankan untuk kepentingan agama, selain itu dimasa ini banyak ahli dalam membuat struktur bahasa sansekerta. Abjad yang digunakan adalah abjah Brahmi (menurut Buchler telah ada sejak abad ke-5 SM). Tokoh yang muncul adalah panini, yang berhasil munyusun tata bahasa sansekerta dalam karyanya yang berjudul “vyakarana”.
Pada masa yunani, mempelajari bahasa bertitik tolak dari filsafat. Plato berpendapat hubungan antara lambang dan acuannya. Socrates 460-399 SM) berpendapat bahwa lambang harus sesuai acuan.
Pada masa romawi begian kelas kata menjadi 9, yakni ditambah dengan numelia (kata bilangan). Tokoh pada zaman Romawi yang terkenal antara lain, Varro (116-27 SM) dengan karyanya “De Lingua Latina” yang membahas tentang etimologi, morfologi, sintaksis. Dan Priscia dangan karyanya institutiones gramamaticae.
Pada masa pertengahan ciri utama masa ini adalah peranan utama yang dipegang oleh sistem pendidikan latin. Syarat utama seseorang mendapat penghargaan yakni kemahiran sesorang dalam bahasa latin. Petrus Hispanur memasukan psikologi dalam analisis makna bahasa.
pada abad ke lima linguistik bahasa ibrani dan bahasa arab muncul, penelitian dalam lingusitik bahasa ibrani dan bahasa arab dilakukan karena kedudukan penting kedua bahasa tersebut dalam agama islam dan agama yahudi. Dalam situdi linguistik bahasa ibrani di terbitkan buku berjudul “De Rudimentis Hebraicis” karangan Reuchin yang membahas mengenai penggolongan kata dalam bahasa ibrani. Studi linguistik arab terbagi menjadi dua aliran yaitu Basrah dan Kuffah meskipun banyak aliran-aliran lainya, namun aliran lainnya hanya pecahan dari aliran kedua ini.
Periode perkembangan, pembelajaran tentang bahasa dianggap sebagai “alat” periode ini ada pada abad ke-18 dengan ciri :
1.      Studi bahasa lebih ditekankan pada pebandingan bahasa
2.      Perhatian terhadap ilmu bunyi
3.      Perhatian terhadap aksen dan tekanan
Priode pembaharuan, periode ini pembelajaran bahasa tidak lagi dilihar dari segi perbandingan maupun filsafatnya. Akan tetapi bahasa sebagai bahasa, berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri yang dimiliki bahasa itu sendiri. Periode ini memiliki beberapa konsep, diantaranya:
1.      Konsep sinkronik dan diakronik, sinkronik (mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu saja) dalam diakronik (telaah bahasa sepanjang masa)
2.      Konsep langue, parole, dan langage.
3.      Konsep form dan subtance
4.      Konsep signifaint dan signifie
5.      Konsep syntagmatic dan paradicmatic relations
Inilah beberapa gambaran priode linguistik secara umum dalam segi sejarah  yang perlu kita pelajari untuk mengetahui bagaimana perkemnangan Linguistik dari periode masa lampau hingga periode yang akan datang.