artikel
pemahaman sederhana tentang antropologi agama
sumber Gambar : http://blog.unnes.ac.id/novita3011/
Sekilas Tentang Pengantar Antropologi
Antropologi
adalah ilmu yang mempelajari manusia baik dari segi hayati maupun budaya
Antropos dan logos manusia dan ilmu. Ilmu ini terkait dengan budaya manusia ini
seperti pembahas ilmu tentang al-Qur’an seperti mengapa al Qur’an di turunkan
dengan bahasa arab karena bersinggungan dengan budaya arab. Dalam hal ini agama
tidak terlepas dari agama. Bagaimana alQur’an sangat merangkul dalam persoalan
budaya. Seperti bercadar pada wanita Arab dan berjubah dengan pria di Arab ini
lah cerminan dari antropologi yang membahas dengan konteks Budaya. Berkaca pada
fenomena akhir-akhir ini orang Arab mulai meninggalkan budayanya dan
bersentuhan dengan budaya Eropa dan yang unik disini Indonesia sendiri menganut
budaya kearab-araban hal ini adalah salah satu persoalan dengan Antropologi.
Berbicara
budaya, ini yang terjadi di Indonesia banyak budaya yang berbeda-beda dengan
pemeluk agama Islam di Madura, Sunda, Jawa, dan lain sebagainya. Hal yang
sederhana hadis tentang makan Rasulullah dengan menggunakan tiga jari ini pun
termasuk persoalan budaya. Contoh lain berkenanaan hadis tentang hadis untuk
wanita yang keluar rumah harus dengan di dampingi oleh muhrimnya. Hal ini
berkenan dengan budaya pada konteksnya. Makanya perlu kita mempelajari
antropologi untuk memahami alQur’an dan hadis, serta ilmu lainnya seperti fiqih
harus mempertimbangkan budaya.
Koentjaraningrat
mengatakan bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada
umumnya dengan mempelajari aneka warnam bentuk fisik masyarakat serta
kebudayaan yang dihasilkan. Sebagai contoh bentuk wajah orang Indonesia akan
berbeda dengan orang-orang yang berasal dari Eropa hal ini lah sebagai contoh
kecil dari budaya.
E.B Tylor mengatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan
yang kompleks yang didalamnya meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni,
kesusilaan, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang
mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat,
Menurut W.
Moock kebudayan dibagi menjadi dua yang itu kebudayaan subyektif, merupakan
kebudayaan berasal dari pemikiran. Sebagai contoh para arsitek berpikir
bagaimana mendisgn bangunan berdasarkan kebutuhan di daerah tertentu seperti
Yogyakarta yang rawan akan bencana ini lah salah satu contoh kebudayaan subyektif.
Hasil dari kebudayaan subyektif inilah merupakan kebudayaan obyektif. Hasil
dari kebudayaan objektif adakah kecerdasan budi, keadialan, kedermawanan. Agama
samawi bukan produk dari kebudayaan objek karena alQur’an bukan produk budaya,
karena disampaikan melalui wahyu. Memang betul alQur’an berdialektika dengan
budaya namun alQur’an bukan produk budaya.
Hubungan
kebudayaan subyektif dan obyektif adalah paralel yang saling berhubungan.
Sebagai contoh arsitek tadi membuat bangunan dan hasilnya terbentuk bangunan.
Inilah yang menjadi hubungannya. Dari pemaparan singkat diatas itu lah
pengantar dari antrolopogi.
Pengertian agama
Menurut Harun
Nasution agama adalah suatu sistem kepercayaan dan tingkah laku yang berasal
daru suatu kekuatan yang gaib. Ini hampir
sama dengan pengertian sosiologi yaitu sistem believe. Konsep gaib yang
dianut Islam seperti percaya pada Tuhan, malaikat, dan lainnya yang wajib kita
percayai dengan hal gaib. Ini lah yang di sebut dengan kepercayaan filosopis
yang wajib dipercayai tanpa harus di protes. Dari devinisi Harun Nasution ini
kita bisa lihat banyak variasi kepercayaan agama. Seperti MK yang melegalkan
aliran keperacayaan.
Menurut
al-Syahrastani, agama adalah kekuatan dan kepatuhan yang terkadang biasa
diartikan sebagai pembalasan dan diperhitungan (amal perbuatan di akhirat). Ini
lah yang melatar belakangi ada yang tekun beribadah dengan harapan balasan
pahala dan ada pula yang tidak menirima dengan keyakinan amal perbuatannya.
Das dan Teng
(1998) memberikan definisi atau pengertian kepercayaan (trust) sebagai derajat
di mana seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan baik
dan keadaan orang lain yang dipercayai di dalam situasi yang berubah-ubah dan
beresiko.


Post a Comment
0 Comments