sumber Gambar : https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2017/05/KEUTAMAAN-BELAJAR-TAFSIR-ALQURAN-1024x671.png


Penafsiran ayat-ayat alquran dengan tidak keluar dari kaidah-kaidah bahasa arab, yang kedua memahami alQur’an secara komplek yaitu tidak keluar dari syariat Islam, dan sains yang telah mapan, pada hakikatnya tidak ada tafsir yang bertentangan dengan sains namun yang perlu di perhatikan adalah yang disebut sains secara mapan itu sains yang seperti apa?. Kaidah ini memiliki dua sumber kaidah yaitu dalil aqli dan dalil naqli. Dalil naqli pada kaidah ini bisa kita lihat pada surat yusuf ayat 2, pada surat al-Maidah ayat 48, dan surat an-an’am ayat 73. Dalil aqli beranggampan bahwa alQur’an jelas berbahasa Arab, selain itu nilai-nilai alQur’an telah menjadi Agama Islam dengan syariatnya sendiri (sunah), karena al-Qur’an dan alam sama-sama saru sumber, yaitu Allah.
Pada dasarnya semua sepakat, hanya saja sifat al-Qur’an sangat fleksibel dan bahasa arab, syariat dan sains masih debatble. Lalu hermenutika subyektif adalah hermeneutika dekonstruksi maksudnya adalah memandang teks tafsir berdasarkan pandangan kita saja artinya berbeda dengan pandangan orang pada umumnya. Namun kesepakatan ini memiliki beberapa catatan penting yaitu yang pertama perbedaan qiraat sangat memperngaruhi tafsir. Jika dilihat dari segi i’rob (struktur bahasa) juga sangat mempengaruhi tafsir, karena kita tahu bahwa ilmu alam sangat mungkin berubah.
Contoh pengaplikasian bisa kita lihat pada surat Fathir ayat 28, dan surat an-Nisa ayat 164. Pada contoh lain yaitu surat Toha ayat 14, dan surat al-‘Arob ayat 81, dari aplikasi inii catatan yang perlu kita ketahui yaitu persoalan shalat dan tata caranya, dan persoalan homoseksusal artinya catatan ini sering menjadi perdebatan pada dewasa ini kita ambil kasus tentang ayat 14 surat Toha yaitu tentang “dirikan shalat untuk mengingat-Nya” pernyataan al-Qur’an disini bukan berarti bahwa dengan hanya mengingat Allah maka gugurlah kewajiban shalat kita, tetapi dengan adanya shalat atau kila melakukan gerakan-gerakan shalat ini lah subtansi yang bisa mengantarkan kita mengingat Allah.