essay
Praktek Pengajaran al-Qur’an Di Desa Surya Bahari Kab. Tangerang
Pengajaran membaca al-Qur’an jika kita mlihat sejarah dari beberapa
referensi buku dirasa sepakat bahwa al-Qur’an di turunkan kepada Rasulullah SAW
melalui perantara malaikat Jibril secara berangsur-angsur. Proses penyampaian
wahyu tersebut menggunakan metode hafalan, begitu pula yang di sampaikan
Rasulullah SAW kepada para sahabat .
Metode yang
diajarkan Rasulullah kepada para sahabat ini dikenal sebagai metode Talaqi. Secara bahasa Talaqi berasal dari kata
talaqa ya talaqi yang berarti menemui, menjumpai (lihat Kamus
Al-Munawar, hal. 1283). Metode talaqi adalah sebuah metode pengajaran
al-Qur’an santri membaca langsung dihadapan guru (lihat Ahmad Fatoni, petunjuk
praktis tahsin tartil al-Qur’an metode maisura, hal. 250). Penulis
beranggapan pada praktek pengajaran al-Qur’an di desa Surya Bahari dirasa menggunakan talaqi, dimana
seorang santri membaca dihadapan seorang guru.
Metode pengajaran
di Desa Surya Bahari biasanya dilaksanakan ba’da magrib, santri yang belajar pada guru membaca
al-Qur’an ayat perayat dengan tartil dihadapan gurunya. Disana pengajaran ini
dinamakan sorogan, tidak hanya al-Qur’an yang di baca, ada juga yang
membaca Iqra, dan teturutan. Sementara untuk pengajian tajwid
dilakukan dengan metode pengejaran seperti disekolah pada umumnya, guru
menerangkan ilmu tajwid di hadapan santri dengan menulis di papan tulis. Pada hari
tertentu guru melakukan ujian hukum tajwidnya, dimana santri membaca ayat-perayat
lalu dijelaskan hukum tajwid yang terdapat diayat tersebut.
Pengajian disana dilakukan
selama enam dari seminggu. Santri mengaji pada tingkatan-tingakatan tertentu secara
sorogan di majelis atau di musholah. Dimulai dari iqra juz satu
hingga selesai, ada juga yang ngaji teturutan dimulai dari bagian awal hingga
selesai. Setelah tingkat dasar selesai santri melangkah pada tingkat
selanjutnya yaitu mengaji juz 30 atau juz amma. Setelah selesai baru
mereka memulai mengaji al-Qur’an mulai dari juz satu hingga selesai secara ayat-perayat
dihadapan gurunya.
Sumber referensi : berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis.
Sumber gambar : http://ppdqalian.blogspot.com/p/foto.html


Post a Comment
0 Comments