opini
Tipologi Pengamen Jalanan
Ini cerita sebuah ukiran hitam tinta di atas
kertas putih yang suci tentang sebuah integritas diri. Kala itu perjalan
Majalengka-Tangerang dipenuhi penat dan setumpuk lelah yang selalu mencibir
kalbu. Bus dari terminal Maja melintas diatas jalur tol cipali yang lurus,
mulus, aman. Hingga tiba di penghujung Cipali masuk gerbang tol yang Cikampek.
perjalanan terhambat dengan perbaikan jalan.
Perlahan bus berjalan dengan nyaman, tenang. Sementara
waktu sudah tidak bersahabat lagi. Semakin lama semakin malam. Lama berada pada
zona tidak mengenakkan ini akhirnya aku bisa teransit di terminal bekasi dan
naik bus Jurusan pelabuhan merak. Jauh dari ekpetasiku. Perjalan mulai tidak
menyenangkan kala bergantian satu demi satu pengamen jalanan naik turun bus.
Satu
pengamen masuk dengan bermodal botol bekas air mineral yang diisi kerikil
seketemunya mulai di goyangkan sejurus dengan alunan irama yang tidak sinkron
dengan alat musik seadanya dan tidak karuan. Seluruh penumpang Bus tujuan akhir
pelabuhan merak itu merasa terganggu dan ingin rasanya waktu cepat berlalu.
Masuk
kembali satu orang pengamen dengan menggendong balita yang setengah tertidur. Masih
sama lantunan lagu yang di nyanyikannya masih terdengan tidak karuan, hanya
saja sedikit miris melihat kedaan si pengamen tersebut. Wal hasih banyak
penumpang yang memberikannya uang mungkin karena sikap empati pada sang balita
yang di gendongnya.
Bus
pun berhenti di sekitar daerah Slipi Jakarta, masuk dua orang pengamen yang
awalnya so asik menyapa sana-sini. Satu diantaranya mulai memetik gitar intro
ala lagu Rindu dan dinyanyikan secara cover lagu milik dewa 19 itu. Menarik,
asik. Sang pengamen ini memecah kebuntuan dan penat perjalanan penumpang bus
ini. Sambil berseling mereka mempromosikan channel you tube-nya. Wal hasil
terjalin interaksi yang hebat antara pengamen dan penumpang bus ini, luar
biasa.
Bus
menuju tujuan akhirku yaitu Kebun Nanas Tangerang. Datang kembalil seorang
pengamen dengan penampilan ala preman metromini menyanyikan dua lagu miliki
bang Iwan Fals. Lumayan asik. Akhirnya mobil ini menurunkan ku di daerah Kebun
Nanas. Tapi tidak sesuai dugaan, aku haru memanjat trotoar jalan setinggi 150
m. Entah sebuah kebetulan atau memang Tuhan mingirimkan pengamen ini ikut turun
dengan ku, untuk membantuku menunjukkan arah hingga sampai tujuan akhirku
Tangerang. Padahal katanya ia seharunya turun sebelum Kebun Nanas, dengan
alasan ia iba dengan kami yang harus turun di Kebun Nanas, karena medannya
sangat menyulitkan untuk bisa keluar dari tol itu. Sekali lagi ini tidak sesuai
ekspetasi. Tidak sesuai yang diharapkan. Perjalanan ini adalah perjalanan aku
dan adikku.
Sahabatku,
dari hal kecil ini kita bisa belajar bahwa Tuhan akan selalu membantu kita
dalam keadaan apapun. Meskipun terkadang apa yang kita rencakan kita yakini
bahwa ini lah yang terbaik untuk kita. Ternyata di lapangan rencana yang kita
buat akan sedikit berbeda atau bahkan berubah sepenuhnya.
Ternyata
hidup yang kita anggap rumit ini begitu sederhana. Bukan hanya kendaraan yang
memiliki tipologi, macam kelas ekonomi, kelas bisnis, atau eksekutif. Ini tidak
rumit. Bukan persoalan kebetulan, tetapi memang hidup sudah di setting sedemikian
kompleknya. Disinilah Tuhan mengajarkan pada kita bahwa siapa yang berkualitas
maka akan di hargai.
Pengamen
yang dipikirkan banyak orang adalah pekerjaan yang mudah ternyata perlu sebuah
ilmu dan strategi untuk mencapai hasil sesuai keinginan. Pada dasarnya kita
sebagai manusia memiliki hasrat semuanya harus sesuai dengan keinginan kita.
Sahabatku,
tulisan ini mengajarkan terutama pada diri penulis sendiri tentang sebuah
kualitas dan integritas diri kita. Siapa yang memiliki integritas maka dia akan
dihargai dan diapresiasi oleh masyarakat. Yang menilai adalah lingkungan
sekitar, kita tinggal mem-brending dan mengaktualisasikan diri sesuai
dengan fungsional kita masing-masing. Semoga kita termasuk orang-orang yang
selalu berbuat baik dan selalu meninggkat kualitas diri kita. Wallahualam.
Sumber Gambar : https://plus.kapanlagi.com/keren-abis-pengamen-asal-bandung-ini-menghebohkan-fb-ff4714.html


Post a Comment
0 Comments