Titik Nol Pesantren
Tuhan, aku terbangun dalam tidurku siang ini
Terngiang suara kalam hikmah dalam bilik musala yang dibacakan Abah
Engkau tahu, tadi pagi.
Para pejuang berbaju putih selalu berbondong menuju tempat ayat-ayat suci itu disetorkan.
sedang di sisi lain, beberapa di antaranya sibuk mengingat kembali ayat yang telah mereka jaga.
Tuhan, Engkau tahu.
sementara diriku, masih berselimut jas yang ku pakai dari malam
Dan sajadah yang kulipat sebagai bantalku.
Tuhan, Engkau tahu.
Aku selalu menjadi bagian pasukan waqiah 7
Aku merasakan titik nol pesantren.
Aku selalu mengabaikan panggilanmu di 27 drajat saat barisan menuju Mu.
Tuhan, Engkau tahu.
sampai kapankah aku terus begini.
Tuhan, Engkau tahu.
Aku di titik nol pesantren.
Tuhan menjawab "Lampu merah akan hijau pada saat waktunya, mal!"
Aku terdiam dan bersujud padamu

Post a Comment
0 Comments