Mengapa kita ingin kuliah?

Berdasarkan perspektik ekonomi, maka pandangan ingin kuliah adalah sebagai investasi masa depan. Investasi itu sebagai penanaman modal untuk masa depan. Hal ini bisa dikiaskan dengan penanaman ilmu untuk masa depan.

Fakta membuktikan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,75 juta orang pada Februari 2021Jumlah tersebut meningkat 26,26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 6,93 juta orang. Hal ini disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi. Biasanya dimiliki oleh lulusan perguruan umum, salah satunya seperti mahasiswa yang terlalu teoritis. Biasanya juga dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi yang kurang baik.

Dari permasalah di atas, kita perlu menumbuhkan jiwa seorang pemenang (winning characteristics) seperti komunikatif, proaktif, kooperatif, gigih, cerdas, etis. Hal seperti ini harus ditanamkan untuk kiat sukses ketika kuliah. Dengan adanya jiwa pemanang dalam  diri kita, maka itu salah satu anak tangga menuju sukses sudah kita pijaki.

Apa tantangan kita ketika kuliah?

Hindari malas. Malas sebagai musuh utama kita dalam perkuliahan, kadang dapat dipengarahui dengan lingkungan. Biasanya ketika melihat teman-teman yang bermalasan bisa termotivasi  dengan kata malas. Malas bisa kita kalahkan dengan memanage sasaran, hal ini bisa kita perolah dengan membuat daftar keinginan jangka panjang dan jangka terdekat.

Apalagi perkuliahan dua tahun terakhir ini masih berlangsung dalam dunia jaringan. banyak hambatan yang perlu kita antisipasi. kita pun perlu mengurai berbagai hambatan yang bisa mengakibatkan semangat kuliah kita menurun.

Sasaran yang kita tuju harus didasari dengan sikap realistis, terukur, spesifik, dan fleksibel. Dari pemaparan ini untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia kedapan, mari sama-sama kita kurangi kemalasan yang ada di dalam diri kita.

Bagaimana cara kita memotivasi diri?

Cara memotivasi diri yang paling simpel adalah dengan membagi tugas. Adalah salah satu hal yang bisa kita lakukan, dengan memprioritas mana yang harus dikerjkan dahulu. Kita bisa gunakan aturan 5 menit, maksudnya selesaikan pekerjaan secepat mungkin dan jamgan menunda-nunda pekerjaa.

Selanjutnya tetapkan sasaran tiap kegiatan, ini sangat berpengaruh dalam kiat hidup sukses yang akan kita jalani. Cari bantuan bila perlu, karena kita sebagai makhluk sosial tidak luput dengan bantuan orang lain.

Bagaimana jika kita masih malas?

Evaluasi target kita. Bisa saja dengan target yang kita bidik terlalu membebankan diri kita maka tindakan seperti ini bisa kita lakukan. Jangan menghindar dari tanggung jawab. Buat skala prioritas, ini juga perlu untuk melihat kembali kenapa kita masih malas. Berpegang pada jadwal, ini yang akan membuat kita terhidar dari malas.

Jangan pernah merasa salah jurusan!

Salah jurusan ini bagian yang fatal dalam kehidupan kampus kita, karena fenomeni ini akan mendorong kita untuk jenuh mengikuti kegiatan perkuliah di kampus kita. Harusnya kita menjadikan bidang studi atau jurusan yang kita miliki sebagai batu loncatan penentu masa depan, bukan sebagai beben yang kita miliki. Dengan mengatasi hal ini bisa diperkirakan kita bisa keluar dari lingkaran 40 juta pengangguran.

Memanage waktu dengan baik!

Semua orang memiliki waktu yang sama dalam sehari, namun realitanya diantara kita masih ada perbedaan prestasi. Jawabannya ada panya management waktu, biasanya kita sering menggunakan waktu yang tidak mendesak dan tidak penting menjadi prioritas utama, seprti main game online menjadi prioritas utama kita dari pada membaca buku dan menulis.

Tulisan sederhana ini dirasa sebagai cerminan untuk diri penulis sendri. Penulispun belum maksimal menggunakan hak dan kewajiban kita sebagai mahasiswa. Sahabatku, sebagai mahasiswa mari kita maksimalkan tanggung jawab kita agar kita bisa sukses dari dunia kuliah kita. Wallahualam