Halo sobat baca, selamat tahun baru Islam 1 Muharram1443 H. Tahun baru Islam menjadi momen yang penting bagi umat Muslim. Ada peristiwa penting yang terjadi pada 1 Muharram, yaitu merupakan awal ekspedisi hijrah Nabi Muhammad dari Makah ke Madinah.

Hijrah ini bisa kita jadikan momentum pindahnya kualitas gagasan kita. Cara memindahkan kualitas kita adalah dengan menumbuhkan budaya baca tentunya. Nah, Sebelum kita tahu bagaiamana cara menumbuhkan minat baca, kami akan menjabarkan sedikit garis besar soal baca. Kita akan berdiskusi terlebih dahulu tentang apa sih baca itu?

secara umum ‘Baca’ adalah salah satu simbol literasi. Nah, Imam al-Ghazali pernah berkata bahwa “jika kamu bukan anak raja, atau anak ‘ulama, maka menulislah!”. Pernyataan tersebut sangat tegas terhadap perintah untuk berliterasi, karena menulis tanpa membaca adalah ‘bohong’. Sedangkan jauh sebelum itu, perintah pertama saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu di goa Hiro adalah soal baca, yaitu ‘bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan’ (QS, 96:1). Berdasarkan dua pernyataan ini, kita dapat renungi betapa pentingnya kegiatan tersebut.

Berdasarkan perspektif di atas, kita sedikit tergambarkan kalau membaca itu sesuatu yang sangat penting. Tapi kebiasaan membaca ini tidak mungkin ujug-ujug datang. Perlu proses pembiasaan dan latihan. Nah pada tulisan kali ini, kami akan bagi beberapa tips gimana caranya menumbuuhkan minat baca versi angkringan baca 17.

pertama adalah kesadaran.

Kesadaran ini perlu didapatkan bagi kita yang malas baca. Simpel aja sih, kalau mau merenungi diri pada usia saat kita sekarang ini adalah sudah berapa banyak buku yang kita baca? Sudah berapa banyak teori yang kita pahami, dan sudah sampai sejauh mana gagasan kita berkembang?. Kalau mau melihat diri kita saat ini, coba kita sama-sama membandingkan dengan para tokoh besar negeri ini yaitu Gus Dur misalnya, atau Pak Habibie. Beliau sampai dititik kehebatannya itu tentu melalui usaha keras dalam membaca buku. Sedangkan kita, masih gini-gini aja kan. Nah dengan demikian kita akan mulai sadar bahwa diri kita perlu gagasan, perlu pengetahuan agar bisa sampai pada titik tokoh besar untuk negeri kita selanjutnya. Kalau nggak sadar-sadar sampai nanti kita hanya akan menjadi manusia biasa di negeri ini.

kedua adalah temukan cinta pertama mu pada buku.

Ada pepatah kan yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Terus kalau tak sayang bagaimana mau cinta? Nah ini bisa menjadi motivasi kita untuk menemukan cinta pertama pada buku. Yaitu berkenalanlah dengan buku. Setelah kenal, mulai dari kepo, dan akhirnya lihat-lihat covernya, baca judulnya. Kalau udah dititik ini coba mulai baca sedikit-demisedikit dulu. Kalau sudah sampai sini akan muncul keseruan dalam membaca maka itu adalah tanda bahwa kita dapat cinta pertama pada buku. Hal ini akan mengarahkan kita pada ketergantungan dan candu pada buku lainnya.

ketiga adalah hidupmu harus selalu bersama buku, dan teman yang suka buku

Cara ini bisa dipakai kalau sudah menemukan cinta pertama. Kalau udah candu, udah seneng sama buku, kita harus selalu membawa buku itu kemanapun kita pergi. Hal bisa diselipkan di tas, atau yang lebih simpel bisa simpen buku di smart phone kita (ebook). Dengan demikian, kalau ada waktu senggang kita bisa buka buku kita dan baca tipis-tipis sampai buku itu habis. Dan jangan lupa kita juga harus punya teman seperbukuan kita, jadi bisa sharing-sharing soal buku-buku bagus. Ini bisa menambah kita selalu terpacu dengan hal-hal baru dari gagasan yang tertuang dalam buku.

Keempat atau yang terakhir adalah konsisten

Nah ini bagian yang lumayan sulit adalah soal konsistensi membaca. Membaca buku sehari satu halaman asal konsisten lebih baik dari pada membaca buku satu duduk selesai tapi tidak konsisten. Eh tapi lebih baik membaca si dari pada nggak hehee. Tips yang terakhir ini kalau bisa dilakukan dengan baik maka tinggal menunggu saja pada saatnya kita akan menjadi tokoh penting dalam negeri kita karena sumbangsi gagasannya. Hal ini karena efek yang luar biasa dari gagasan yang kita dapat dari buku yang selama ini kita tanamkan dalam keseharian kita. So, yok kita mulai hari ini untuk investasi gagasan pada negeri kita nanti dengan menumbuhkan budaya membaca agar kita menjadi generasi yang cerdas dan berwawasan.

Ok, demikian beberapa tips untuk menumbuhkan baca dari versi kami sebagai momentum hijrah gagasan kita yang tadinya gini-gini aja menjadi lebih baik lagi. adapun kritik dan saran monggo bisa cantumkan pada kolom komentar di bawah ini. Terimakasih telah membaca tulisan ini. Salam litarasi untuk semua sobat baca, sampai jumpa di tulisan selanjutnya.