google.com, pub-1258190076894736, DIRECT, f08c47fec0942fa0


Pagi itu, saat aku memandang pohon di depan komplek tempat tinggal ku, sambil menyeruput kopi dan membakar kretek. tak sadar ia menyapaku.

Pohon: “hei anak manusia, dengar nasihatku ini, sebelum esok aku ditumbangkan!.

Aku: “eh ko, gimana-gimana?”

Pohon: “inget ini baik-baik. Dan tolong sampaikan ke teman-temanmu yang lain. kalian sangat naif. Menebang sahabat-sahabatku di sana, dijadikannya pertambangan, perumahan. Tanpa ampun kalian menghabisi ku, demi mengeruk keuntungan. Padahal tanpa adanya sumbangsi kami. Oksigen tidak akan masuk secara geratis ke paru-paru.

Aku: “lalu aku harus bagaiman?”

Pohon: “kalian kan manusia, bisa berpikir kan!, aku tidak tahu karena aku pohon”.