5 Tipe Kepemimpinan Dalam Organisasi! Kita termasuk yang mana?
“jasad dan jiwa yang saling mengikat adalah bentuk dari eksistensi manusia,
dan setiap manusia adalah pemimpin untuk dirinya sendiri”
-Muhamad Jamaludin-
Hallo sahabat angkringan baca 17 yang masih setia dengan berbagaimacam tulisan diblog ini. kembali lagi beretorika dengan penulis -sang presiden Angkringan Baca 17 hehe-. ok tanpa basa-basi lagi, jadi kali ini penulis akan sedikit berdialek dengan sahabat baca dimanapun kalian berada tentang apa saja sih tipe-tipe kepemimpinan dalam organisasi?, lalu dimanakah posisi kita jika saat ini kita masih menjabat sebagai pemimpin salah satu organisasi. atau kita bisa menganalisah tipe pemimpin apa pemimpin kita saat ini.
Secara garis besar ada beberapa tipe kepemimpinan dalam organisasi. Di antara macamnya ada tipe kepemimpinan otokratis, militeris, paternalistis, kharismatik dan demokratis. Pertanyaannya adalah sebagai seorang pemimpin organisasi di manakah posisi kita berada? pada tipe kepemimpinan yang mana? atau pertanyaanya kita persempit lagi sebagai manusia yang merupakan pemimpin untuk dirinya sendiri, di posisi manakah kita? dan kemanakah kita akan membawadiri ini?
kepemimpinan otokratis
Pertama kepemimpinan otokratis adalah pemimpin yang menganggap bahwa organisasi adalah milik
kita pribadi, mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. Kita juga
menganggap bahwa bawahan kita adalah alat untuk mencapai tujuan kita semata. kita juga tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat orang lain karena kita
menganggap bahwa diri kitalah yang paling benar. Selain itu kita juga sangat
bergantung kepada kekuasaan formal dalam menggerakkan bawahan kita, dan kita
selalu menggunakan pendeketan yang mengandung unsur ancaman dan paksaan. Ketika
cara kita memimpin organisasi dengan cara seperti ini, maka kita termasuk
pemimpin dengan tipe kepemimpinan otokratis.
Kepemimpinan militeristis
Kepemimpinan militeristis adalah kepemimpinan
yang menganggap dirinya adalah seorang atasan yang patut dihargai. Catatan
pentingnya adalah kepemimpinan tipe ini tidak sama dengan pemimpin pada militer
ada umumnya. Kepemimpinan tipe ini sangat menggunakan pangkat dan jabatannya
dalam menggerakkan bawahannya, kepemimpinan tipe ini cenderung sangat senang
pada formalitas yang berlebihan. Ketika kita memiliki tipe kepemimpinan tipe
ini kita akan menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan
kita. Kita juga tidak akan mau menerima kritik dari bawahan kita.
Kepemimpinan paternalis
Kepemimpinan ini
memiliki ciri kebapakan, artinya sifat-sifat umum dari tipe pemimpin ini selalu
menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa. Jika kita memiliki
tipe kepemimpinan ini kita cenderung akan bersikap terlalu melindungi bawahan,
kita juga jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil
keputusan dan jarang adanya pelimpahan wewengan. Kita juga jarang memberikan
kesempatan kepada bawahan kita untuk mengembangkan inisiatif daya kreasi, dan
kita sering menganggap bahwa diri kita yang lebih tahu dari bawahan kita. Kepemimpinan tipe ini biasanya kita akan sulit menemukan regenarasi organisasi
sebagai estafet kepengurusan roda organisasi yang sedang kita jalani.
Kepemimpinan kharismatis.
Tipe kepemimpinan
kharismatis memiliki daya tarik yang sangat besar, dan memiliki pengikut dengan
jumlah sangat besar. Tipe kepemimpinan ini memiliki pengaruh yang sangat besar
seolah-olah memiliki kekuatan Supernatural powers baik ditinjau dari
segi kekayaan, umur, kesehatan, profil pendidikan, dan sebagainya.
Kepemimpinan demokratis
Tipe kepemimpinan
yang seperti ini adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Kita yang memiliki tipe
kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan
kepentingan individu kita. Biasanya dalam berproses menggerakan bawahan, kita
yang memiliki kepemimpinan tipe ini selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa
manusia adalah makhluk yang paling mulia di muka bumi ini. Kita juga selalu
berusaha menyelaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan
organisasi. Kita yang memiliki tipe kepemimpinan ini senang menerima saran,
pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya. Kita juga selalu mentolerir
bawahan yang berbuat kesalahan dan memberikan pendidikan kepada bawahan agar
tidak berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreatifitas, insiatif, dan
prakarsa dari bawahan.
Dari beberapa penjabaran tipe kepemimpinan di
atas sedikit membuka celah untuk berpikir bagaimana esensi kita sesungguhnya.
Kita merupakan pemimpin bagi diri kita sendiri. Di sisi lain kita juga
merupakan personal-personal yang dipimpin oleh personal lainnya. kegiatan
memimpin dan dipimpin dalam dunia ini sangat mafhum. Karena kita adalah
manusia yang berpikir untuk bagaimana hidup kita mengarah pada hal yang lebih
baik lagi.
Hidup yang kita jalani saat ini merupakan bentuk
kesepakan antara jasad dan jiwa kita. Adanya ikatan yang kuat antara jasad dan
jiwa kita merupakan salah satu bentuk eksistensi kita sebagai manusia
seutuhnya. Dari sini kita merasa bahwa ikatan jasad dan jiwa kita ternyata
membentuk satu eksistensi kita yang disebut manusia. Manusia dijadikan wakil
Tuhan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini.
Manusia adalah pemimpin untuk menjaga
keseimbangan lingkungan di muka bumi ini, kita diamanahkan untuk melestarikan
bumi ini. Berangkat dari sini kita sudah sedikit memahami bahwa kita adalah
pemimpin. Lalu pertanyaannya tipe kepemimpinan seperti apa kita ini? Apakah
kita adalah seorang pemimpin yang militeristis untuk diri kita? Ataukah
pemimpin yang demokatir untuk diri kita?.
Manusia memiliki kehendak. Manusia bebas
berpikir dan bertindak. Dari sini kita agak sedikit lega untuk memimpin diri
kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Adanya kesepakatan antara jasad dan
jiwa kita dari organisasi yang bernama manusia -badan dan jiwa dalam diri kita-. Jiwa memimpin jasad kita, akal
mengarah pada hal yang dianggapnya logis. Tetapi jiwa bernegosiasi dengan akal
untuk merasakan sesuatu kekuatan yang tidak bisa direspon oleh akal.
Manusia memang memimpin untuk dirinya sendiri.
Entah tipe kepemimpinan apa yang dipakai, semua memiliki perbedaan karakter
yang disebut persepsi masing-masing. Hanya saja dalam kehidupan manusia selalu
berinteraksi dengan manusia lalin. Dan di sana akan terjadi gesekan antara tipe
kepemimpinan satu dengan yang lain secara personal. Ketika hal itu bergesekan,
akan ada satu mediasi antara gesekan itu. Hal ini menjalin sebuah kesepakatan.
Hasil kesepakatan ini direspon dengan mengangkat satu personal yang paling
berpengaruh terhadap personal lainnya. kondisi ini bisa disebut organisasi
antar personal.
Oraganisasi antar personal akan tercipta melalui dialektika antara beberapa personal yang bermuara pada kesepakatan bersama. Dari sini teori-teori tentang kepemimpinan yang dipikirkan banyak tokoh bisa kita serap. Berangkat dari sini kita sebagai manusia yang memiliki wisata paradigma yang luas bisa menjelajahi eksistensi personal lainnya. ketika hal ini terbentuk, maka antara personal satu dengan yang lainnya akan menjalin negosiasi. Hasil yang dicapai adalah bermunculan sebuah kesepakatan terhadap visi yang dibangun. semoga bermanfaat.
Referensi Tulisan:
Tati Nurhayati, Hubungan Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja, Jurnal Edueksos Vol No 2, Juli-Desember 2012


Post a Comment
0 Comments